Read more : http://www.fadhilamadan.com/2011/09/cara-membuat-efek-judul-blogger.html#ixzz1n5cnQIJ6

Selasa, 14 Februari 2012

cara menginstal mozilla firefox

cara menginstal mozilla firefox cara menginstal Mozila yang lebih mudah dan cepat seperti ini cara'a : 1. cari file seperti ini di PC kalian lalu double kllik
2. proses berjalan tunggu samapai selesai hingga muncul tampilan berikut :
3. setelah klik lanjut maka muncul tampilan ini:
4. setelah klik standar lalu lanjut dan akan meanjutkan

cara menghitung IP address

Catatan pribadi aja biar ga lupa.. Jika anda ingin menjadi seorang Network Administrator salah tiga syarat utamanya adalah memahami TCP/IP tidak hanya secara Konsep tetapi juga Desain dan Implementasinya. Dalam tutorial ini saya ingin membagi pengertian yang saya pahami dalam menghitung IP Adress secara cepat. Kita mulai … lebih cepat lebih baik… Mungkin anda sudah sering men-setting jaringan dengan protokol TCP/IP dan menggunakan IP Address 192.168.0.1, 192.168.0.2, 192.168.0.3, …dst dengan netmask (subnet) 255.255.255.0 . Namun pernahkah terpikir untuk menggunakan IP selain IP tersebut ? misalnya : 192.168.100.1 netmask 255.255.255.248 atau 192.168.50.16 netmask 255.255.255.240 …??? Teori Singkat & Umum Untuk mempelajari IP diperlukan pengetahuan tentang Logika dan Sitem Bilangan Biner. Tentang bagaimana cara mengkonversi bilangan Biner ke dalam bilangan Decimal atau menjadi BIlangan HexaDecimal, silahkan baca tutorial Sistem Bilangan Logika [Not Finished Yet] yang juga saya tulis dalam bentuk ringkasan. IP Address yang akan kita pelajari ini adalah IPv.4 yang berisi angka 32 bit binner yang terbagi dalam 4×8 bit. Conto : 8 bit 8 bit 8 bit 8 bit 192.168.0.1 -> 1 1 0 0 0 0 0 0 . 1 0 1 0 1 0 0 0 . 0 0 0 0 0 0 0 0 . 0 0 0 0 0 0 0 1 192 . 168 . 0 . 1 Hal yang perlu dipahami dalam penggunaan IP Address secara umum adalah sebagai berikut : Kelas IP IP Address di bagi menjadi 5 kelas yakni A, B, C, D dan E. Dasar pertimbangan pembagian kelas ini adalah untuk memudahkan pendistribusian pendaftaran IP Address. Kelas A Kelas A ini diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar Bit Pertama : 0 Net-ID : 8 bit Host-ID : 24 bit Range IP : 1.xxx.xxx.xxx – 126.xxx.xxx.xxx Jumlah IP : 16.777.214 Note : 0 dan 127 dicadangkan, 0.0.0.0 dan 127.0.0.0 biasanya dipakai untuk localhost. Kelas B Kelas B ini diberikan untuk jaringan dengan jumlah host yang besar 2 Bit Pertama : 10 Net-ID : 16 bit Host-ID : 16 bit Range IP : 128.xxx.xxx.xxx – 191.255.xxx.xxx Jumlah IP : 65.532 Kelas C 3 Bit Pertama : 110 Net-ID : 24 bit Host-ID : 16 bit Range IP : 192.xxx.xxx.xxx – 223.255.255.255 Jumlah IP : 254 Kelas D 4 Bit Pertama : 1110 Byte Inisial : 224 – 247Note : Kelas D ini digunakan untuk keperluan multicasting dan tidak mengenal adanya Net-ID dan Host-ID Kelas E 4 Bit Pertama : 1111 Byte Inisial : 248 – 255Note : Kelas E ini digunakan untuk keperluan Eksperimental -> Network ID (Net-ID) Adalah IP address yang menunjukkan Nomor Jaringan (identitas segmen) Conto : Sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 – 192.168.0.255 netmask 255.255.255.0 maka Net-ID nya adalah 192.168.0.0. Sebuah jaringan dengan IP range 192.168.5.16 – 192.168.5.31/28 maka Net-ID nya adalah 192.168.5.16Note : Net-ID adalah IP pertama dari sebuah segmen. Dalam implementasinya IP ini tidak dapat digunakan pada sebuah host. -> IP Broadcast Adalah IP address yang digunakan untuk broadcast. Dari conto di atas maka IP Broadcast nya adalah 192.168.0.255 .Note : IP Broadcast adalah IP terakhir dari sebuah segmen (kebalikan dari Net-ID). Dalam implementasinya IP ini juga tidak dapat digunakan pada sebuah host. -> Subnet Mask (Netmask) Adalah angka binner 32 bit yang digunakan untuk : membedakan Net-ID dan Host-ID menunjukkan letak suatu host, apakah berada di jaringan lokal atau jaringan luar Kelas A : 11111111.00000000.00000000.00000000 = 255.0.0.0 Kelas B : 11111111.11111111.00000000.00000000 = 255.255.0.0 Kelas C : 11111111.11111111.11111111.00000000 = 255.255.255.0 Conto : sebuah segmen dengan IP range 192.168.0.0 – 192.168.0.255 maka Netmask nya adalah : 255.255.255.0 . -> Prefix Adalah penulisan singkat dari sebuah Netmask. Dari conto juga maka prefix nya adalah 24 maka menuliskan prefix-nya 192.168.0.0/24 -> Jumlah IP yang tersedia Adalah jumlah IP address yang tersedia dalam sebuah segmen (blok). Dari conto di atas maka Jumlah IP yang tersedia sebanyak 256 (192.168.0.0 – 192.168.0.255)Note : Dalam implementasinya tidak semua IP yang tersedia dapat digunakan karena ada 2 IP yang akan digunakan sebagai Net-ID dan Broadcast.. -> Jumlah Host Adalah jumlah dari IP address yang dapat dipakai dalam sebuah segmen. Dari conto di atas maka jumlah host-nya adalah 254 (192.168.0.1 – 192.168.0.254). IP 192.168.0.0 sebagai Net-ID dan 192.168.0.255 sebagai Broadcast-nya.Note : Jumlah Host = Jumlah IP yg tersedia – 2 -> IP Public Adalah IP address yang dapat dikenali di jaringan internet. Conto : 202.95.144.4, 64.3.2.45, 4.2.2.1 dstNote : IP Public akan kita dapatkan jika kita berlangganan Leased Line. -> IP Private Adalah IP address yang hanya dapat dikenali di jaringan local (LAN). Conto : 192.168.1.1, 192.168.0.5, 192.168.10.200 dstNote : IP Private dapat kita gunakan semau kita untuk membangun LAN tanpa harus berlangganan Internet seperti Leased Line. Memulai Perhitungan Perhatikan kombinasi angka dibawah ini : Cara membaca : Kombinasi angka tersebut adalah untuk netmask 255.255.255.0 yang apabila di konversi ke Bilangan Biner adalah 11111111.11111111.11111111.00000000. Kita ambil 8 bit terakhir yaitu .00000000. Apabila pada kolom pertama di beri nilai ‘1′ dan yg lainnya bernilai ‘0′ ( .10000000 ) maka Jumlah IP yang kita miliki (tersedia) sebanyak 128 nomor Netmask yang harus dipakai adalah 255.255.255.128 Kita dapat menuliskan IP tersebut 192.168.0.0/25 dengan 25 sebagai nilai prefix-nya. Jumlah segmen yang terbentuk sebanyak 2 yaitu 192.168.0.0 – 192.168.0.127 -> sesuai dgn point 1. IP yang tersedia sebanyak 128 buah tiap segmen 192.168.0.128 – 192.168.0.255 Jumlah IP yang dapat dipakai untuk host sebanyak 126 setelah dikurangi dengan Net-ID dan Broadcast .Sekarang dapatkah Anda mencari seperti 5 point sebelumnya apabila 3 bit pertama di beri nilai ‘1′ ? Latihan Saya memiliki IP sebagai berikut : A. 192.168.0.10/28 B. 192.168.0.15/netmask 255.255.255.240 C. 192.168.0.16/28 D. 192.168.0.20 netmask 255.255.255.240 E. 192.168.0.20/28 F. 192.168.0.9/30 G. 192.168.0.11/255.255.255.250 Pertanyaan : Manakah IP yang dapat saling berhubungan (berada dalam segmen yang sama) ? Berapakah netmask untuk IP A,C,E,F ? Berapakah nilai prefix untuk IP B,D,G ? Manakah IP yang tidak dapat digunakan dalam jaringan, dan apa sebabnya ? Berapa range untuk masing-masing IP ? Bagaimana cara menguji konektivitas masing-masing IP ? Referensi : TCP/IP Standart, Deain dan Implementas (Onno W. Purbo) Google.com Pengalaman ngeset IP.. Hanya ini yang dapat aku persembahkan, mohon maaf jika masih banyak kesalahan…

Cara Instal Printer

Cara Instal Printer di komputer sangatlah gampang. Yang diperlukan tentunya seperangkat komputer dan printer lengkap dengan cd driver kabel data dan kabel power. Langkah-langkah menginstal printer di Windows berdasar pengalamanku: - nyalakan komputer tunggu sampai proses booting selesai - hubungkan kabel data printer dan komputer - hubungkan kabel power printer - pastikan kabel terhubung dengan benar, tak perlu takut keliru menghubungkan ujung kabel karena ujung kabel hanya bisa masuk ke lubang tertentu yang sesuai - masukkan cd driver printer, tunggu sampai terbaca di layar komputer, biasanya akan langsung masuk ke halaman penginstalan, klik tombol Instal, tunggu sampai selesai, nggak lama kok nggak perlu ditingal-tinggal, ikuti saja petunjuknya. - setelah terinstal sempurna biasanya disuruh restart komputer - cd bisa dikeluarkan - untuk mengecek apakah printer benar-benar sudah terinstal, klik Start di pojok bawah layar> klik Control Panel> klik Printers and Other hardware> klik Printers and Faxes, akan tampak ikon sesuai nama jenis printer yang di instal - cobalah untuk mencetak Bagaimana? Mudah bukan? Selamat mencoba.

DHCP

DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) adalah protokol yang berbasis arsitektur client/server yang dipakai untuk memudahkan pengalokasian alamat IP dalam satu jaringan. Sebuah jaringan lokal yang tidak menggunakan DHCP harus memberikan alamat IP kepada semua komputer secara manual. Jika DHCP dipasang di jaringan lokal, maka semua komputer yang tersambung di jaringan akan mendapatkan alamat IP secara otomatis dari server DHCP. Selain alamat IP, banyak parameter jaringan yang dapat diberikan oleh DHCP, seperti default gateway dan DNS server. Cara Kerja Karena DHCP merupakan sebuah protokol yang menggunakan arsitektur client/server, maka dalam DHCP terdapat dua pihak yang terlibat, yakni DHCP Server dan DHCP Client. * DHCP server merupakan sebuah mesin yang menjalankan layanan yang dapat “menyewakan” alamat IP dan informasi TCP/IP lainnya kepada semua klien yang memintanya. Beberapa sistem operasi jaringan seperti Windows NT Server, Windows 2000 Server, Windows Server 2003, atau GNU/Linux memiliki layanan seperti ini. * DHCP client merupakan mesin klien yang menjalankan perangkat lunak klien DHCP yang memungkinkan mereka untuk dapat berkomunikasi dengan DHCP Server. Sebagian besar sistem operasi klien jaringan (Windows NT Workstation, Windows 2000 Professional, Windows XP, Windows Vista, atau GNU/Linux) memiliki perangkat lunak seperti ini. DHCP server umumnya memiliki sekumpulan alamat yang diizinkan untuk didistribusikan kepada klien, yang disebut sebagai DHCP Pool. Setiap klien kemudian akan menyewa alamat IP dari DHCP Pool ini untuk waktu yang ditentukan oleh DHCP, biasanya hingga beberapa hari. Manakala waktu penyewaan alamat IP tersebut habis masanya, klien akan meminta kepada server untuk memberikan alamat IP yang baru atau memperpanjangnya. DHCP Client akan mencoba untuk mendapatkan “penyewaan” alamat IP dari sebuah DHCP server dalam proses empat langkah berikut: 1. DHCPDISCOVER: DHCP client akan menyebarkan request secara broadcast untuk mencari DHCP Server yang aktif. 2. DHCPOFFER: Setelah DHCP Server mendengar broadcast dari DHCP Client, DHCP server kemudian menawarkan sebuah alamat kepada DHCP client. 3. DHCPREQUEST: Client meminta DCHP server untuk menyewakan alamat IP dari salah satu alamat yang tersedia dalam DHCP Pool pada DHCP Server yang bersangkutan. 4. DHCPACK: DHCP server akan merespons permintaan dari klien dengan mengirimkan paket acknowledgment. Kemudian, DHCP Server akan menetapkan sebuah alamat (dan konfigurasi TCP/IP lainnya) kepada klien, dan memperbarui basis data database miliknya. Klien selanjutnya akan memulai proses binding dengan tumpukan protokol TCP/IP dan karena telah memiliki alamat IP, klien pun dapat memulai komunikasi jaringan. Empat tahap di atas hanya berlaku bagi klien yang belum memiliki alamat. Untuk klien yang sebelumnya pernah meminta alamat kepada DHCP server yang sama, hanya tahap 3 dan tahap 4 yang dilakukan, yakni tahap pembaruan alamat (address renewal), yang jelas lebih cepat prosesnya. Berbeda dengan sistem DNS yang terdistribusi, DHCP bersifat stand-alone, sehingga jika dalam sebuah jaringan terdapat beberapa DHCP server, basis data alamat IP dalam sebuah DHCP Server tidak akan direplikasi ke DHCP server lainnya. Hal ini dapat menjadi masalah jika konfigurasi antara dua DHCP server tersebut berbenturan, karena protokol IP tidak mengizinkan dua host memiliki alamat yang sama. Selain dapat menyediakan alamat dinamis kepada klien, DHCP Server juga dapat menetapkan sebuah alamat statik kepada klien, sehingga alamat klien akan tetap dari waktu ke waktu. Catatan: DHCP server harus memiliki alamat IP yang statis. DHCP Scope DHCP Scope adalah alamat-alamat IP yang dapat disewakan kepada DHCP client. Ini juga dapat dikonfigurasikan oleh seorang administrator dengan menggunakan peralatan konfigurasi DHCP server. Biasanya, sebuah alamat IP disewakan dalam jangka waktu tertentu, yang disebut sebagai DHCP Lease, yang umumnya bernilai tiga hari. Informasi mengenai DHCP Scope dan alamat IP yang telah disewakan kemudian disimpan di dalam basis data DHCP dalam DHCP server. Nilai alamat-alamat IP yang dapat disewakan harus diambil dari DHCP Pool yang tersedia yang dialokasikan dalam jaringan. Kesalahan yang sering terjadi dalam konfigurasi DHCP Server adalah kesalahan dalam konfigurasi DHCP Scope. DHCP Lease DHCP Lease adalah batas waktu penyewaan alamat IP yang diberikan kepada DHCP client oleh DHCP Server. Umumnya, hal ini dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa oleh seorang administrator dengan menggunakan beberapa peralatan konfigurasi (dalam Windows NT Server dapat menggunakan DHCP Manager atau dalam Windows 2000 ke atas dapat menggunakan Microsoft Management Console [MMC]). DHCP Lease juga sering disebut sebagai Reservation. DHCP Options DHCP Options adalah tambahan pengaturan alamat IP yang diberikan oleh DHCP ke DHCP client. Ketika sebuah klien meminta alamat IP kepada server, server akan memberikan paling tidak sebuah alamat IP dan alamat subnet jaringan. DHCP server juga dapat dikonfigurasikan sedemikian rupa agar memberikan tambahan informasi kepada klien, yang tentunya dapat dilakukan oleh seorang administrator. DHCP Options ini dapat diaplikasikan kepada semua klien, DHCP Scope tertentu, atau kepada sebuah host tertentu dalam jaringan. Dalam jaringan berbasis Windows NT, terdapat beberapa DHCP Option yang sering digunakan, yang dapat disusun dalam tabel berikut. Nomor DHCP Option Nama DHCP Option Apa yang dikonfigurasikannya 003 Router Mengonfigurasikan default gateway dalam konfigurasi alamat IP. Default gateway merujuk kepada alamat router. 006 DNS Servers Mengonfigurasikan alamat IP untuk DNS server 015 DNS Domain Name Mengonfigurasikan alamat IP untuk DNS server yang menjadi “induk” dari DNS Server yang bersangkutan. 044 NetBIOS over TCP/IP Name Server Mengonfigurasikan alamat IP dari WINS Server 046 NetBIOS over TCP/IP Node Type Mengonfigurasikan cara yang digunakan oleh klien untuk melakukan resolusi nama NetBIOS. 047 NetBIOS over TCP/IP Scope Membatasi klien-klien NetBIOS agar hanya dapat berkomunikasi dengan klien lainnya yang memiliki alamat DHCP Scope yang sama.

Pengertian Topologi Jaringan

Pengertian Topologi Jaringan Topologi dalam jaringan mengandung dua pengertian dilihat dari sisi pengkabelan dandari sisi aliran data. Jika dilihat dari aliran data pada jaringan maka topologi yang dimaksudadalah Topologi Logika (logical topologi). Topologi logika jaringan adalah gambaran bagaimanaaliran data dalam suatu jaringan. Dari kemampuan fisik pengkabelan maka topologi jaringanyang dimaksud adalah Topologi Fisik (physical topologi). topologi fisik jaringan adalah bentuk layout pengkabelan yang diimplementasikan pada jaringan. Topologi merupakan gambaran bagaimana komputer dan peralatan jaringan tersusun dalam suatu jaringan. Topologi Fisik Jaringan Bentuk dalam topologi fisik yang ada pada jaringan dapat dikelompokan menjadi dua topologifisik dasar yaitu sebagai berikut : 1. Point to point Adalah topologi yang menggambarkan bentuk hubungan antara dua komputer atau lebihtepatnya antara dua titik. dua komputer dapat dihubungkan dengan beberapa cara antaralain sbb :- Jika jarah antara dua komputer tersebut tidak jauh, maka dapat dihubungkan langsungmenggunakan media transmisi kabel koaksial atau kabel UTP. Jarak terjauh dari hubungan initergantung pada jenis mediatransmisi yang digunakan (jika dihubungkan dengan kabel UTP,maka dilakukan secara silang).- Jika jarak antar komputer jauh, maka hubungan dilakukan menggunakan media transmisi kabeltelepon, kabel serat optik atau gelombang elektromagnetik. dalam hubungan ini biasanyadigunakan modem yang tipenya disesuaikan dengan media transmisi yang digukanan. berikutadalah gambar visualisasinya.
2. Multi point Adalah topologi yang menggambarkan bagaimana beberapa komputer (lebih dari dua) terhubungmenggunakan media transmisi. ada beberapa tipe topologi multi point yaitu sbb :- Topologi bus linear Dalam topologi bus, semua komputer dan peralatan dihubungkan pada suatu kabel linear.
Keuntungan : - Sangat mudah menghubungkan komputer serta peralatan lainnya pada kabel bus linear.- kabel yang dibutuhkan tidak banyak Kerugian : - Jika salah satu sambungan dalam bus linear putus, maka seluruh jaringan akan tidak bekerja.- dibutuhkan terminator pada ujung kabel utama- sulit untuk mengidentifikasi kesalahan jjika seluruh jaringan tidak bekerja*ket : tidak dianjurkan untuk menggunakan topologi ini sebagai suatu jaringan tunggal dalam bangunan besar. -Topologi bintang(star)Topologi star dirancang sedemikian, sehingga seluruh komputer dan perangkat lain terhubungsecara langsung pada suatu pusat jaringan yang berupa hub atau konsentrator. Hub ataukonsentrator bertindak sebagai pengelola dan pengendali semua fungsi dalam jaringan. Hub juga berfungsi sebagai repeater aliran data. Data pada jaringan bertopologi star selalu melintasi hubatau konsentrator sebelum melanjutkan ke tujuan akhirnya. Topologi star biasanya menggunakankabel TP untuk media komunikasi(tetapi juga bisa menggunakan kabel koaksial atau serat optik – tapi jarang dilakukan). gambar sbb :
Keuntungan : - Mudah dalam instalasi dan pengkabelan- Tidak ada gangguan dalam jaringan apabila saat memasang dan melepas peralatan- Mudah untuk mendeteksi kesalahan Kerugian : - Membutuhkan kabel yang panjang- Jika Hub atau konsentratoe bermasalah maka jaringan ikut bermasalah- Investasi tambahan berupa Hub / konsentrator - Topologi cicin(ring)Dalam topologi Ring, komputer dan peralatan di hubungkan pada suatu kabel utama sedemikian,sehingga kabel utama membentuk suatu ring. Ujung-ujung dari kabel utama saling dihubungkansehingga membentuk lingkaran tak terputus. gambar sbb :
Keuntungan : - Jika salah satu pernagkat rusak tidak akan mengganggu kerja jaringan jaringan karena tiap peralatan tidak di hubungkan langsung tetapi melewati bus. Kerugian : - Jika kabel rusak maka semua peralatan tidak berfungsi- Sulit dalam pengelolaan. - Topologi pohon(tree)Topologi Tree menggabungkan dua topologi sekaligus yaitu topologi bus linear atau topologistar. Topologi jaringan ini meliputi beberapa kelompok konfigurasi workstation bertopologi star yang kemudian di hubungkan dalam kabel utama sebagai bus linear. Dalam topologi Treedimungkinkan melakukan perluasan jaringan secara mudah. Gambar sbb :
Keuntungan : - Pengkabelan point-to-point untuk setiap bagian jaringan- Didukung oleh banyak vendor perangkat keras dan perangkat lunak. Kerugian : - Jumlah panjang total masing-masing bagian dibatasi oleh tipe pengkabelan yang di gunakan. - Jika kabel jalur putus maka seluruh bagian jaringan akan tidak bekerja- Sulit dalam konfigurasi dan pengkabelan. Topologi Logika Jaringan Topologi Logika Jaringan adalah gambaran bagaimana aliran data dalam suatu jaringan.Topologi logika dapat dikelompokkan menjadi dua macam yaitu : topologi logika bus(tree) Transmisi data melewati masing-masing workstation pada jaringan. Masing-masing workstationmengunakan alamat untuk menentukan apakah workstation harus menanggapi transmisi terdebut.Dalam topologi logika bus setiap waktu masing-masing workstation pada jaringan dapatmenerima transmisi. Hal ini disebabkan, dalam topologi logika bus, tiap workstationmenggunakan jalur yang sama untuk mengirin dan menerima data. topologi logika ring(tree) Dalam topologi ini transmisi data dilakukan dari suatu workstation ke workststion berikutnya.Transmisi data akan lebih bagus apabila topologi fisik yang digunakan juga topologi ring. Suatu cara untuk menentukan apakah topologi logika suatu jaringan menggunakan ring adalah dengan cara melihat apakah rangkaian penerima data dan rangkaian pengirim data terpisah. Jika terpisahmaka workstation tersebut berfungsi sebagai repeater dan mungkin terhubung secara logika dengan topologi ring.*Sumber, Ditulis dari buku karangan : wagito, 2005, Jaringan Komputer, Teori dan implementasi berbasis linuk.

Cara Dasar Setting Router

Cara Dasar Setting Router
Sebelumnya mungkin ada yang belum tau apaan sih router??OK penjelasan sedikit, Router adalah hardware yang berguna untuk menghubungkan dan merutekan paket data dari sebuah jaringan network ke network yang lain. Dan bentuknya salah satunya router seperti gambar disamping. Dan di sini saya akan menshare sedikit(Berhubung baru dapt dasar dari dosen coy..:) cara setting router yang umum atau dasarnya yang digunakan pada console. Tahap-tahap dasar cara setting konfigurasi routerseperti dibawah ini : 1. Setting host name router#enable t router(config)#hostname nama-router 2. Setting pasword console router(config)# enable secret password-anda router(config)# enable password password-anda 3. Membuat Paswword terencryption router(config)# service password-encryption router(config)# enable password password-anda 4. Setting vty dan aux router(config)#line vty 0 4 router(config-line)#login router(config-line)#password password-anda router(config-line)#line con 0 router(config-line)#login router(config-line)#password password-anda router(config-line)# exit router(config)# no service password-encryption router(config)# ^Z router(config)# wr mem 5. Setting terhadap FastEthernet fa 0/0 router#config t router(config)#int fa0/0 router(config-if)# ip address 192.168.xx.x 255.255.xx.xx router(config)#no shutdown router(config)#exit 6. Setting terhadap Serial 0/0 router# config t router(config)# int serial0/0 router(config-if)# ip address 192.168.xx.x 255.255.xx.xx router(config)#no shutdown router(config)#exit

Mengenal dan Memanfaatkan WINS Server

Mengenal dan Memanfaatkan WINS Server Pada komunikasi jaringan yang menggunakan sistem operasi Microsoft Windows baik Windows 2000 ataupun Microsoft Windows 2003 Server, WINS sangat diperlukan. Fasilitas ini sudah tersedia dan bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas layanan dalam suatu jaringan. Walaupun tanpa menambah WINS jaringan sudah bisa digunakan, namun tentu saja jaringan yang dibangun tidak akan berjalan maksimal. Sebenarnya komunikasi jaringan setiap komputer yang akan menghubungi komputer lain harus mengetahui alamat dari komputer yang dituju. Nama komputer berupa NetBIOS Name harus diterjemahkan menjadi IP Address. Pertama kali yang dicari adalah nama NetBIOS yang terdapat pada cache atau memori. Bila nama yang dicari tidak ditemukan maka komputer akan melakukan broadcast di jaringan untuk mencari pemilik nama tersebut. Akibat yang ditimbulkan oleh broadcast tersebut adalah lalu lintas jaringan menjadi padat. Selain itu broadcast juga tidak selalu bisa melewati router untuk mencapai jaringan yang lain walaupun ada router yang bisa melewatkan broadcast. Sehingga diperlukan suatu solusi untuk mempercepat pencarian dan penerjemahan nama tersebut. Salah satu solusi yang umum digunakan adalah dengan memanfaatkan WINS (Windows Internet Name Service) Server. WINS Server ini menyimpan NetBIOS Name dari komputer beserta IP Address di dalam suatu database. Komputer lain yang mencari dan mendaftarkan nama pada database disebut sebagai WINS Client. Untuk menjaga database WINS tetap tersedia jika suatu server mengalami masalah maka diperlukan server lain yang berfungsi sebagai backup. Agar Server WINS bisa berfungsi sebagai backup maka server tersebut dikonfigurasikan sebagai replication partner yang saling mereplikasi database WINS. 1. Instalasi WINS WINS Server dapat di install melalui Networking Services di Add/Remove Programs Control Panel. Setelah Anda berada di lingkungan kontrol Panel, kemudian pilih dan klik dua kali Add/Remove Program, setelah itu Anda ikuti semua petunjuk yang ditampilkan program. Setelah itu komputer akan menampilakn kotak dialog Networking Services seperti gambar 1. Dari jendela ini Anda pilih komponen Windows Internet Name Service (WINS), lalu klik OK untuk mengakhirinya. Dengan demikian komponen WINS ini sudah terinstalasi komputer Server Anda.
Gambar 1. Kotak dialog untuk menambah komponen service untuk Server * Konfigurasi WINS Server * Untuk mengkonfigurasi WINS Server ini langkah yang harus Anda lakukan adalah sebagai berikut: * Properties Server WINS * Klik tab General * Klik untuk memberi tanda centang pada kotak Automatically update statistic every. Dengan demikian Properties WINS Server update statistics berjalan secara otomatis setiap 10 menit atau sesuai keinginan Anda. * Pada Intervals tab kita bisa mengkonfigurasi jangka waktu dimana record yang terdaftar pada database WINS Server diperbaharui, dihapus atau diverifikasi kembali. Jangka waktu dapat diatur dalam satuan hari, jam, atau menit. * Pada tab Database Verification Anda bisa mengatur kapan dilakukan pemeriksaan terhadap konsistensi database WINS Server. Nilai default yang diberikan adalah setiap 24 jam sekali. Juga bisa diberikan kapan waktu mulai dilakukan pemeriksaan tersebut, nilai default adalah jam 2. Juga bisa ditentukan jumlah maksimum record yang bisa diverifikasi. * Pada tab Advanced Anda bisa menset supaya WINS Server mencatat setiap aktivitas yang terjadi pada Event Log. Tapi hal ini hanya Anda lakukan jika ingin mengadakan pelacakan terhadap kesalahan. Terlalu banyak log bisa menimbulkan penurunan pada unjuk kerja sistem. Permintaan yang bisa ditangani untuk registrasi record oleh WINS Server sebaiknya diset Medium. 2. Active Registration WINS Server yang aktif akan menerima registrasi dari WINS Client. Record yang terdaftar pada WINS Server antara lain adalah Nama, Tipe layanan, IP Address, Status, Versi dan expiration atau masa berakhir registrasi tersebut. Record yang bertanda silang pada field static menunjukkan record tersebut didaftarkan secara manual atau disebut dengan static mapping. A. Replication Partner Replication partner adalah WINS Server lainnya yang saling berbagi dan mereplikasi data. Kegunaan replikasi adalah untuk meningkatkan performance, ketersediaan dan kehandalan bagi WINS client yang membutuhkan. Untuk menambahkan Replication Partner * Klik kanan pada Replication Partners * Pilih New Replication Partner * Masukkan IP Address WINS Server yang lain misalnya 192.168.8.151 kemudian klik OK. * WINS Server yang menjadi Replication Partner sekarang terdaftar pada console WINS Server.
Gambar 2. Membuat atau menambah Replication Partner B. Membuat Static Mapping Static mapping yang digunakan untuk memasukkan nama komputer dan IP Address tapi hanya untuk komputer yang tidak bisa mendaftarkan diri secara otomatis di WINS Server atau non WINS Client. Berikut ini adalah tampilan kotak dialog Static Mapping. Di kotak dialog ini Anda tinggal memasukkan IP Address yang sesuai. C. Setting WINS Client Untuk menjadi WINS Client masukkan IP Address WINS Server pada WINS tab TCP/IP Properties. Berikan tanda cek pada Enable LMHOST lookup dan pilih Enable NetBIOS over TCP/IP.